Kreatifitas Tanpa Batas, Green Nord 27 Tribune Gelar Aksi Teatrikal

Dilihat 424,489 kali

SURABAYA-GN27.COM : Berbicara soal kreatifitas di dalam dunia suporter memang tidak ada habisnya. Jika masyarakat di Brasil beranggapan bahwa pesepakbola adalah seniman lapangan hijau, rupanya hal tersebut tak jauh berbeda dengan apa yang ditunjukan oleh Green Nord 27 Tribune, saat laga Derby Jatim Persebaya melawan Arema Fc, Minggu (06/06/2018) yang lalu. 

Menggabungkan aksi koreo dengan pertunjukan teatrikal sesaat sebelum pluit wasit berbunyi, membuat aksi yang dilakukan oleh Bonek penghuni tribun utara kemarin mendapat banyak apresiasi yang positif dari berbagai pihak.

Terlihat sebuah peti mati, yang dikelilingi oleh 4 orang berjubah hitam, dan seorang Bonek yang membawa karangan bunga duka cita, menjadi aksi pembuka pada pertandingan kala itu. Aksi ini tentunya memiliki arti atau filosofi tersendiri yang ingin disampaikan oleh para suporter.

Ketika dikonfirmasi, salah satu tim kreatif Green Nord 27 Tribune Cak Dowe mengungkapkan, pesan ini adalah ditujukan kepada para pemain Arema, bahwa di sini (Gelora Bung Tomo, red) adalah kuburan bagi mereka (Arema Fc).

“Teatrikal ini, juga disinkronkan dengan gambar koreo yang sudah digarap sebelumnya. Selain itu, aksi teatrikal tersebut juga merupakan sindiran atas matinya sejarah tim mereka (Arema Fc, red) akibat dualisme,” ungkapnya.

Cak Dowe begitu sapaan akrabnya, juga menuturkan selagi tidak melanggar regulasi liga atau kompetisi, suporter bebas mengejawantahkan setiap ide-ide gila mereka demi mendukung klub kebanggaannya di stadion.

“Di dalam Green Nord 27 Tribune sendiri, sangat mendukung setiap proses kreatifitas yang akan diproduksi kawan-kawan Bonek, karena di sanalah bentuk kecintaan kami kepada Persebaya bisa termediasi,” ujarnya.

Khusus teatrikal peti mati kemarin, menurutnya hal tersebut adalah pertama kalinya dalam sejarah sepakbola Indonesia, suporter menggelar aksi teatrikal di dalam stadion saat pertandingan resmi.

“Setahu saya, aksi ini adalah pertama kalinya yang dilakukan suporter klub sepakbola di Indonesia,” tukasnya.