Bonek

PENTINGNYA STATISTIK DALAM SEPAK BOLA MODERN

GREENNORD27.ID – “Saya Pelatih yang tidak percaya statistik dan tidak percaya sejarah ya memang catatannya belum bisa menang semoga besok kita menang. Pertemuan berikutnya seperti apa, bagi saya itu aja,” kata Aji Santoso.

Kutipan Coach Aji dalam pernyataan di atas bisa diartikan sebagai psywar untuk lawan sebelum pertandingan dimulai. Akan tetapi seiring perkembangan jaman dan sepak bola sudah modern, bahwasanya sepak bola tak pernah bisa lepas dari angka dan statistik.

Bagi teman-teman yang memainkan game Football Manager tentunya sudah tidak asing lagi dengan istilah ini.

Expected Goal (xG). Bila dulu kita hanya menghitung peluang dalam bentuk tembakan tepat sasaran dan tembakan tidak tepat sasaran. Tembakan tepat sasaran belum tentu berbahaya dan tembakan tidak tepat sasaran belum tentu tidak bisa menghasilkan gol. Dengan adanya xG persentase mencetak gol jadi lebih besar lagi.

Expected Goal meliputi banyak faktor, dari segi umpan, jarak tendangan, peluang melalu kepala bahkan sudut tembakan turut diperhitungkan dalam hal ini.

Sebagai contoh sebuah bola muntah hasil tembakan pemain lawan dalam kotak pinalti dan gawang sudah kosong memiliki xG yang sangat besar untuk terjadinya gol, sedangkan tendangan dari jarak 30-35 meter memiliki peluang xG yang lebih sedikit.

Jika pemain memiliki peluang xG sebesar 0.40 artinya pemain memiliki peluang mencetak gol sebanyak 40%. Hal tersebut juga berlaku untuk 0.50 xG (50%), 0.25 xG (25%), 0.70 (70%) dan seterusnya.

Untuk mempermudah kurang lebihnya seperti ini.

  1. Jenis operan juga berpengaruh, apakah itu umpan lambung? Umpan terobosan? Umpan silang? Ataupun cutback.
  2. Peluang dari sundulan biasanya terjadi saat tendangan sudut maupun umpan silang.
  3. Peluang dari tendangan, bisa terjadi ketika ada pemain yang berspekulasi melakukan tembakan langsung dan bola sengaja dibelokan oleh rekan satu tim.
  4. Peluang besar, sering terjadi ketika pemain berada pada situasi “one on on” dengan penjaga gawang. Besarnya xG tercipta karena pemain tinggal berhadapan dengan kiper tanpa gangguan pemain lawan.
  5. Sudut tendangan, hal ini juga turut diperhitungkan. Sebagai contoh bila Arjen Robben sudah mulai menyisir sisi kanan pertahanan lawan, melakukan cut inside, lalu melakukan tendangan. xG bisa sangat besar karena inilah sudut favorit dari pemain itu.
  6. Skema bola mati atau bola hidup, bila pada situasi bola mati jelas ini adalah hasil kerja keras dalam latihan dan diterapkan dalam pertandingan langsung. Tidak hanya asal mengirim umpan, terdapat sebuah pola dalam hal ini. Tidak beda jauh dalam bola hidup, namun dalam bola hidup biasanya lebih mengandalkan individu pemain dalam menyelesaikan sebuah peluang.

Meskipun tingginya xG tidak menjamin sebuah Tim memenangkan pertandingan, paling tidak ada data dan statistik yang dapat digunakan suatu Tim untuk lebih mudah memenangkan pertandingan.

Apakah Persebaya memilki staff yang kompeten dalam hal ini? atau Coach Aji yang memang tidak percaya statistik dalam sepak bola? Setidaknya sepak bola saat ini sudah modern pembaharuan metode harus diterapkan agar Persebaya tidak hanya profesional dalam hal pengelolaan. (mat)

Salam satu nyali, WANI!

Related posts

PERISTIWA BONEK DAN PSHT DI PENGADILAN NEGERI SURABAYA (PART 3)

Redaksi Green Nord 2

Kisah Wahyu, Bonek Cilik Asal Magelang.

Redaksi Green Nord

BAKTI GREEN NORD 27 TRIBUNE UNTUK BONEK

Redaksi Green Nord