Bonek

Kompetisi kok tanpa Degradasi?

Hal ini memang terdengar konyol, seperti wacana PSSI mengadakan Liga 1 tanpa ada sistem degradasi.

Mayoritas Klub-klub Liga 1 jika sependapat dengan usulan tersebut, bagi mereka ini adalah kondisi yang memungkinkan untuk klub membenahi dari segi finansial. Dampak pandemi selalu menjadi dalih yang utama. 

Jujur di mata kami (suporter Persebaya) langkah ini adalah sebuah kekonyolan. Harfiahnya, suatu kompetisi atau liga diadakan adalah mencari yang terbaik. Bila suatu kompetisi atau liga meniadakan degradasi, sudah bukan kompetisi lagi namanya, melainkan Eksebisi. 

Adapun klub yang mendukung wacana ini tak kalah konyolnya. Jangan pernah bersembunyi dengan dalih pandemi. Toh kalian ini Klub Profesionalkan? 

Ada beberapa alasan kenapa kami menolak adanya liga 1 tanpa Degradasi.

  1. Kompetisi Membosankan

Tidak adanya target untuk musim depan membuat liga akan berjalan benar-benar membosankan, bayangkan saja. Sekalipun klub kalah dengan jumlah gol lebih dari 10 mereka tetap aman-aman saja di kasta teratas, hal ini memicu kontroversi nantinya di kalangan supporter yang klub nya berada di liga 2, pasalnya mereka menganggap klub mereka lebih pantas berada di kasta pertama.

2. Rawan Mafia bola

Mafia bola memang masih ada ? Selama judi bola masih bernaung jangan harap kompetisi benar-benar berjalan bersih. Bila dengan adanya degradasi memungkinkan suatu laga untuk “dijual” bagaimana bila tak ada penurunan kasta? Bisa kalian bayangkan sendiri bagaimana menyeramkannya Liga mendatang.

Suatu contoh klub kebanggaanmu setiap laganya di jual kepada mereka para bandar judi. Bila tidak ketahuan Klub pasti senang-senang saja. Cuan bertambah tanpa ada ketakutan turun kasta. 

Suatu contoh klub kebangganmu setiap laganya di jual kepada mereka para bandar judi. Bila tidak ketahuan Klub pasti senang-senang saja. Cuan bertambah tanpa ada ketakutan turun kasta. 

Pandemi bukan alasan.

Ketika klub beralibi masalah finansial adalah faktor utama kesulitan dalam mengarungi kompetisi, atau mereka kesulitan dalam mencari dana dari pihak sponsor. Ayolah kita suporter sudah tidak bodoh lagi. 

Sini PSSI kami kasih saran yang sekirannya tetap ada degradasi dan tidak juga terlalu memberatkan Klub dalam masalah finansial.

Jelas, secara geografis Indonesia terdiri dari Pulau-Pulau. Berbeda dengan Eropa yang kebanyakan berupa daratan. Bila sekiranya dari Klub merasa berat di “ongkos” akomodasi. Kenapa tidak mencoba membagi membagi 2 wilayah atau bahkan 3 wilayah? Sistem ini jelas meringankan Klub dalam segi finansial juga toh? 

Sistem ini tidak harus dipatenkan, ini hanya sebuah opsi menjalankan Kompetisi di tengah pandem agar sistem degradasi tetap ada dan pihak Klub tetap mampu bernafas lega.

Klub Profesional Kehabisan Uang?

Ayolah guyonan opo maneh iki seh cok? Ya kita semua tahu, Klub besar Eropa macam Real Madrid pun saat ini mengalami situasi yang sama. Tapi berucap Klub kehabisan uang adalah sebuah ucapan yang tidak etis ketika kalian menyebut diri kalian sebuah Klub Profesional. Kita memang tidak tahu menau bagaimana sejatinya kondisi keuangan Klub saat ini? Tapi kami yakin, tidak seburuk itu keadaannya.

Pak Presiden tentu sudah sangat paham sekali bagaimana mengelola keuangan Klub atau memenejemeni suatu Klub Profesional. Tak elok rasanya bila kita mengajarinya lagi masalah kecil seperti ini.

Budget untuk mendatangkan pemain asing memang cukup besar. Bahkan hampir 2-3 kali lipat dari pemain lokal. Situasi ini bisa diminimalisir dengan tidak jor-joran mendatangkan pemain asing. Menurut kami cukup beberapa sektor yang perlu dibenahi oleh Persebaya sendiri. Tidak perlu memaksa memenuhi semua kuota pemain asing jika sekiranya memberatkan keuangan Klub. Toh bila berkaca dari hasi Piala Menpora kemarin, kualitas lokal kita cukup bisa diandalkan.

Setidaknya itu tadi sedikit kritik, saran dan curahan kami sebagai suporter. Bila sekiranya tetap dilanjutkan Liga tanpa Degradasi, itu sebenarnya bukan solusi melainkan akan menimbulkan masalah besar dikemudian hari. (Pdu/Red)

Salam Satu Nyali, Wani!

Related posts

Away Days

Redaksi Green Nord

RELEASE.. WELCOME BOBOTOH DI KOTA PAHLAWAN

operator website

THE JAK, INI SIKAP KAMI!

Redaksi Green Nord 2