Bonek

Persebaya vs Persela, Ambisi Merajai Grup C

GREENNORD27.ID – Bila Persebaya bisa meraup poin penuh di laga ini, otomatis lolos ke babak berikutnya sekaligus menyabet “Raja Jawa Timur”.

Dari segi permainan, Persebaya dan Persela memiliki kesamaan dari gaya permainan dan konsep pembentukan tim. Di ajang Piala Menpora kali ini, Persebaya menurunkan pemain – pemain orbitan anyar sebut saja Adi “Genji” Setiawan, M. Kemaluddin, Akbar Firmansyah. Juga ada beberapa nama pemain yang sudah atau pernah melakoni laga saat liga 1 bergulir muslim lalu, seperti nama Supriadi, Koko ari, Rahmat irianto dan Ricky Kambuaya.

Di lihat dari skema Persebaya dengan mengandalkan pemain muda, rasanya persebaya benar-benar masih berada di jalan yang sama, yaitu menciptakan pemain muda untuk Stok pemain Timnas Indonesia di kemudian hari. Bukan sebuah isapan jempol atau dongeng manis sebelum tidur jika Persebaya selalu menciptakan pemain berlabel timnas.

Lantas bagaimana dengan Persela? Persela sangat tidak asing dengan pemain-pemain yang kurang terkenal namun ketika berada di Persela banyak pemain tersebut mampu mengeluarkan kemampuan terbaiknya. Banyak pemain – pemain Persela yang awalnya kurang terkenal namun lambat laun menjadi incaran klub yang berada di liga 1. Entah itu pemain asing ataupun lokal, Persela tidak pernah kekurangan daftar pemain berpotensi, sebut saja nama pemain asing seperti K. Hirose, Rafinha dan Luis Arnaud mantan pemain muda Paris Saint Germain (Klub Liga 1 Perancis) juga ada nama Hambali Tholib yang bermain untuk persebaya, Saddil Ramdani, Gian Zola, Fahmi Al-ayubi dan Lain-lain.

Membedah Gaya Permainan
Sedikit sudah kita jelaskan diartikel sebelumnya, dari segi permainan rasanya terlalu jauh jika harus menarik dari era 2000an, selain karena terlalu jauh, gaya permainan tersebut sudah jarang di temukan di era Sepak bola Modern.

Dari era IPL oleh Coach Alberto Vera hingga era Coach Aji Santoso, memiliki gaya bermain yang relatif sama. Permainan Passing pendek dengan memanfaatkan lebar lapangan guna menciptakan peluang acap kali digunakan. Mungkin yang menjadi pembeda adalah opsi penyerang yang dimiliki. Persebaya selalu berganti tipe Striker, namun ada beberapa tipe Striker yang kurang cocok untuk di mainkan dalam skema Persebaya 4 tahun terakhir.

Role Model Target Man, masih ingat dengan nama Amido Balde? Pemain yang melakoni debut dengan empat golnya ke gawang Persinga Ngawi. Lambat laun permainan Balde benar-benar Floop, karena ketidakcocokan dengan gaya permainan persebaya yang cenderung menekan dan melakukan intercept dan Clearance ketika harus menghadapi serangan balik.

Lantas tipe Striker manakah yang cocok dengan Persebaya? Kedatangan David Da silva sebenarnya mematenkan gaya permainan persebaya khususnya untuk mencari tipe penyerang, tipe Deep-lying forward atau Striker yang ikut menjemput bola. Deep-lying forward akan memiliki kecenderungan untuk turun ke area yang lebih dalam. Menahan bola, lalu kemudian memberikannya kepada para pemain lain. Fungsi utama dari pemain yang diberikan peran Deep-lying forward adalah menjadi penyambung antara lini depan dan lini tengah. Penyerang tipe ini akan lebih berguna ketika dimainkan dengan penyerang lain.

Kali ini bajol ijo memiliki Syamsul Arif Munip. Memiliki Role Model Poacher, tipe ini lebih suka melepaskan pengawalan dengan kecepatannya. Penyerang dengan peran ini memiliki kecenderungan besar untuk mencetak gol dan sebenarnya tidak terlalu berguna ketika Tim sedang membangun serangan.
Persela tetaplah sama, mengandalkan ujung tombak tajam dan pemain sayap dengan kecepatan tinggi utuk membongkar pertahanan lawan. Dalam hal ini, Persebaya juga memilikinya. Tinggal kita lihat nanti, faktor apa saja yang menjadi penghambat di laga nanti.

Peluang Persebaya di laga besok
Mengacu 2 laga sebelumnya, Persebaya perlu meningkatkan fokus di lini pertahanan. Karena selain gol, pertahanan yang baik juga kunci dari kemenangan.
Bila di laga sebelumnya para pemain sering salah komunikasi, finishing yang terbuang percuma, itu tidaklah masalah. Toh ini cuma ajang pramusim, mencari kelemahan tim agar siap berkompetis di Liga yang sebenarnya.

Persela sendiri juga memiliki PR yang hampir sama, mereka sering kali melakukan kesalahan terutama di lini belakang, ketika pertandingan melawan PSS dan Madura, lini belakang selalu bergerombol di tengah, hingga sangat mudah bagi sayap Persela untuk ditembus.

Walau sepak bola bukanlah matematika, bermodal kemenangan di dua laga sebelumnya dan ingin cepat-cepat memastikan lolos ke fase berikutnya. Jelas, Persebaya akan menekan sejak awal laga. Sedangkan Persela juga berambisi meraup poin penuh. Dikarenakan di dua laga sebelumnya selalu bermain imbang. Untuk menjaga asa lolos ke fase berikutnya, Laskar Joko Tingkir pastinya juga mencoba melakukan pressing tinggi dan mencoba mengendalikan permainan lebih dulu.

Prediksi pertandingan, Persebaya 2 – 1 Persela.
Salam Satu Nyali, Wani!

Related posts

Balas Dendam Atau Harga Diri

Redaksi Green Nord

BAKTI GREEN NORD 27 TRIBUNE UNTUK BONEK

Redaksi Green Nord

PERISTIWA BONEK DAN PSHT DI PENGADILAN NEGERI SURABAYA (PART 2)

Redaksi Green Nord 2