Bonek

Gaya melatih Aji Santoso: Keras ala Polosin Pragmatis ala Capello Wani ala Suroboyo!

GREENNORD27.ID – Aji Santoso secara resmi ditunjuk oleh manajemen Persebaya Surabaya untuk menakhodai bajol ijo di Piala Menpora. Setelah pada musim 2019 sukses mengantarkan tim kebanggaan arek-arek Suroboyo menempati posisi runner-up. 

Menjelang bergulirnya Kompetisi, Persebaya ikut serta dalam Turnamen Pramusim yang bertajuk Piala Menpora. Dengan dilepasnya beberapa pemain andalan musim lalu, diantaranya Hansamu Yama, Irfan Jaya, dan Rivky Mokodompit. Langkah manajemen untuk Turnamen ini lebih berfokus mengandalkan pemain lokal atau istilahnya Homegrown. Homegrown adalah pemain lokal yang usianya 21 tahun atau lebih yang telah menghabiskan tiga musim di satu negara saat pemain tersebut berusia 16-21 tahun. Atau bisa dibilang pemain tersebut merupakan pemain lulusan akademi negara itu sendiri. Jadi di Turnamen Pramusim kali Ini, Bajol Ijo akan mengkombinasikan para pemain muda akademi dan pemain senior yang masih dipertahankan dan juga pemain baru yang sudah direkrut oleh manajemen.

Supriadi, Rachmat Irianto, Oktavianus Fernando akan saling bahu-membahu memberikan hasil terbaik di Turnamen kali ini. Ditambah dengan Amunisi baru seperti Satria Tama yang juga hasil dari jebolan Internal Persebaya.

Dengan komposisi pemain yang ada menarik bagi kami bagaimana Coach Aji akan mengkombinasikannya. Dikuti dari Bola.com dan football5star.com, Bahwasan nya Pria pengidola Andreas Brehme, bek kiri Jerman sewaktu bermain ini sedikit banyak memberikan porsi latihan para pemainnya ala Anatoli Polosin. Anatoli Polosin sendiri adalah Pelatih Timnas Indonesia di Sea Game 1991. Latihan fisik yang berat kerap acap kali menjadi menu makanan sehari-hari untuk anak didiknya. Latihan fisik ini bertujan agar para pemain dapat menjalankan intruksi yang ia harapkan. 

Sedangkan gaya melatihnya terinspirasi oleh Pelatih asal Italia yaitu Fabio Capello. “Keras, disiplin dan dekat dengan pemain adalah salah satu kunci”. Tentunya ini menjadi suatu hal sangat menarik untuk kita saksikan secara bersama. Fabio Capello adalah pelatih yang mengusung gaya bermain Pragmatis. Tak ada yang salah dari menjadi seorang pragmatis. Toh, apalah yang dicari seseorang dari dunia ini kalau bukan kejayaan? Selain itu, menjadi seorang pragmatis bukan berarti menghalalkan segala cara. Menjadi pragmatis adalah soal bagaimana mengakali keadaan; bagaimana melihat dunia seperti apa adanya dan melakukan apa yang harus dilakukan.

Jadi dengan mengkombinasikan latihan fisik keras ala Anatoli Polosin dan strategi Fabio Capello. Coach Aji sepertinya berharap para pemainnya mampu bermain keras dan disiplin tak luput juga sedikit “mengakali” keadaan saat Tim sedang unggul. Satu lagi yang perlu diingat, kombinasi Anatoli Polosin, Fabio Capello, dan mental WANI ciri khas Arek-arek Suroboyo tentunya sangat menarik untuk kita saksikan bersama. 

Salam Satu Nyali, Wani!

Related posts

Green Nord 27 Tribune Peduli Lombok

operator website

BAKTI GREEN NORD 27 TRIBUNE UNTUK BONEK

Redaksi Green Nord

INFO PENDATAAN OFFLINE GREEN NORD TRIBUNE!

Redaksi Green Nord

1 comment

Comments are closed.